Cinta Pertanian

Do More, Do the Best, Make Changes

Simplas dan Apoplas

September13

Perencanaan hidup manusia berbeda-beda, mungkin bisa dikatakan depend on bagaimana karakteristik manusia tersebut.

Ada yang berpedoman bahwa hidup harus terencana dengan jelas, terarah, atau dalam kata lain mereka menentukan ke arah mana hidup mereka nantinya dan melakukan hal-hal untuk mencapai tujuan hidupnya. Mereka memilah-milah, mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang tidak, dan pada akhirnya meski tidak selalu sesuai keinginan, tapi kehidupan mereka jauh lebih terarah.

Ada pula manusia yang mengatakan bahwa hidup itu mengalir sajalah, seperti air, toh air juga melewati terjal-nya bebatuan untuk sampai ke hilir. Memang benar, mengikuti arus bukan berarti tak bergerak, hanya saja dengan kata ‘mengikuti’ artinya tidak ada pemilahan, toh tujuannya jelas bakal sampai akhir, sukses atau tidak ya lihat saja nantinya.

Keduanya memang tak menjanjikan kesenangan di akhir, sama-sama mencapai tujuan akhir kehidupan. Tapi pilihan pertama, dengan banyak pengorbanan memilah dan memilih, mengarahkan tujuan hidup, persentase kesuksessannya tentu jauh lebih besar.

Dalam ilmu tumbuhan dikenal adanya mekanisme transportasi hara, dimana ada dua tipe transport yaitu aktif dan pasif.

Transpor aktif terjadi ketika ion-ion bergerak melintasi membran plasma ke dalam sitoplasma (melalui lintasan simplas), berlangsung secara selektif (hanya ion-ion tertentu yang bisa melewati ini), melawan gradien konsentrasi (karena konsentrasi ion-ion dalam sel lebih tinggi dibandingkan konsentrasi ion pada larutan tanah, maka ion pada larutan tanah yang akan masuk ke dalam sel harus melawan arus), dan mengkonsumsi ATP atau energi metabolik untuk melawan gradien konsentrasi tersebut.

Lain halnya dengan transport pasif dimana ion-ion hara memasuki dinding sel-sel epidermis kemudian bergerak melintasi ruang antar dinding sel pada jaringan korteks (lintasan apoplas) dimana laju difusinya mengikuti gradien konsentrasi (searah, mengikuti arus).

Pada saatnya nanti, bisa jadi kehidupan yang tak terencana tersebut terbentur pada hal-hal yang akhirnya mengarahkan pada tujuan yang lebih pasti. Seperti pada proses transport pasif, ketika ion-ion hara melewati endodermis, ion-ion tersebut terhalang oleh Casparian strip yang menutupi bagian luar endodermis, sehingga ion-ion tersebut harus melewati sitoplasma (artinya jadi mengikuti transport aktif) untuk bisa melewati endodermis, menuju perisikel dan akhirnya mencapai xilem.

Nah, begitu juga kan kehidupan? Mungkin tujuannya sama, tapi dalam proses pencapaiannya berbeda-beda tergantung bagaimana perencanaannya, atau bahkan nggak terencana sama sekali.

Bunga Jagung (Jantan/Betina) dan Bunga Banci (Hermaprodit)

March4

Pernah tanam jagung? Atau pernah lihat tanaman jagung? Beberapa orang mungkin tahu ada tanaman jagung setelah melihat jagung tersebut berbuah, tapi bagi anak pertanian atau yang berminat dengan pertanian tentu harus sedikit lebih jeli dengan fenomena-fenomena ini.

Tahukah kalau bunga jagung itu ada 2 yaitu jantan dan betina? hhehe, harusnya tahu dunk.. karena jagung merupakan salah satu tanaman monokotil yang berumah dua. Nah, yang unik adalah bunga betina jagung ini berubah warna setelah diserbuki oleh bunga jantan. Lihat digambar ini, gambar atas adalah gambar bunga betina yang belum diserbuki, sedangkan gambar bawah adalah gambar bunga jantan yang telah diserbuki. Warnanya mula-mula hijau kemudian berubah jadi merah setelah diserbuki. Sedangkan gambar bunga jantan-nya yang atas ini sebelum serbuk sarinya pecah, sedangkan yang bawah serbuk sarinya telah pecah.

bunga jagung lengkap

Selanjutnya adalah fenomena yang sangat jarang di lapang, tapi sering ditemui saat pengamatan tanaman jagung hasil mutasi atau galur-galur yang belum stabil, yaitu adanya bunga banci atau hermaprodit. Pada gambar dibawah ini bunga jantan dan bunga betina jagung menyatu terletak di bagian atas tanaman, lebih tepatnya dirumah bunga jantan.

bunga banci lengkap

Gambar-gambar ini saya peroleh sewaktu membantu pengamatan penelitian tanaman jagung transgenik hasil proyek dosen di Semplak, Bogor.

posted under Research | 1 Comment »

1st International Plantation Conference

December25

International Plantation Conference (IPC) untuk pertama kalinya diselenggarakan di IPB International Convention Center, Baranangsiang, Bogor. Acara ini diselenggarakan selama tiga hari, yaitu 19, 20 dan 21 Desember. Acara dua hari pertama diselenggarakan di IICC, sedangkan acara pada hari ketiga yaitu kunjungan lapang ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Buah Mekarsari.

Acara ini melibatkan dua lembaga pendidikan yaitu Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor dan Faculty Plantation and Agrotechnology Universiti of Mara, Malaysia. Selain itu terlibat juga dua perusahaan perkebunan yaitu Musim Mas Group dan Minamas, serta Bank Republik Indonesia.

related post: fakultas pertanian ipb

posted under Academic | No Comments »

Perlombaan Tradisional di AGS IV

December8

Hari ini adalah pembukaan AGS V dilapangan depan rektorat. AGS atau Agrosportmen merupakan ajang kompetisi olahraga antar angkatan, pasca sarjana dan dosen yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Agronomi.

Acara dimulai pukul 09.00 dan dibuka oleh Dr. Ir. Sugiyanta, MS selaku sekretaris Departemen Agronomi dan Hortikultura. Agrosportmen kali ini diikuti mulai dari angkatan 49, 48, 47, 46, dan 45. Juga dari pasca sarjana dan dosen.

Hal yang unik dari acara pagi ini adalah adanya perlombaan tradisional, biasanya selama AGS hanya memperlombakan olahraga-olahraga seperti Voli, Basket, Futsal, dan atletik. Namun pagi ini ada yang berbeda, yaitu lomba makan kerupuk (yang terlebih dahulu diberi kecap, tujuannya nggak lain biar muka si peserta berlumuran warna hitam 😀 ), lomba balap karung dan lomba tarik tambang.

Agrosportmen menguji kekompakan setiap angkatan, baik dari segi pemain maupun suporter. Agrosportmen juga menjadi ajang refreshing bagi mahasiswa dari kegiatan kuliah dan praktikum yang kadang menjenuhkan. Siapa yang akan menjadi juara umum? Kita tunggu hingga acara Agrosportmen berakhir.

posted under Event | No Comments »

Musnahnya Pesona Jeruk Garut

December7

Garut memang mempesona, dari kawasan wisata alam-nya hingga sosial kultural masyarakatnya. Produk pertaniannya pun tak kalah memukau. Jika disebut kata Garut, pasti terlintas kata “Domba” atau juga “Jeruk”.

Jeruk Garut

Sebelum tahun 90-an, Jeruk Garut merupakan salah satu komoditas ekspor yang paling diminati. Bahkan pemerintah telah menetapkan Jeruk Garut sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional. Bisnis dibidang ini pun terbilang prospektif.

Ketika dimintai pendapat tentang ini, masyarakat di lokasi kegiatan KKP kami (Pangauban, Cisurupan) menyatakan bahwa kejayaan Jeruk Garut setelah tahun 90-an tidak pernah melampaui sebelumnya. Produksi Jeruk Garut mengalami hambatan ketika terjadi letusan Gunung Galunggung dan abunya setinggi 1 m menutupi permukaan tanah. Kemudian disusul juga dengan serangan CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) yang sampai saat ini masih sulit ditangani.

Jeruk Garut sering digunakan sebagai batang bawah karena sifatnya yang kokoh. Sentra produksi Jeruk Garut sendiri tersebar di beberapa kecamatan yaitu kecamatan Samarang, Pasir Wangi, Bayongbong, Cisurupan, Pameungpeuk, Cikelet dan Cisompet.

 

December3

panen kencur

PANEN, kata yang membuat gembira para petani. Dari Panen bisa diperoleh bebrapa hal, yaitu keuntungan atau bahkan cadangan makanan (konsumsi pribadi maksudnya). Intinya, petani sejahtera setelah panen (kalau ‘beruntung’). Kembali modal.

Kali ini kami turut serta dalam panen kencur di lahan warga. Panen kencur sangat mudah, hanya sedikit butuh tenaga ekstra. Awalnya digarpu terlebih dahulu bongkahan tanah yang sekiranya terdapat kencur dibawahnya (ini nggak berlaku untuk data penelitian). Setelah diambil, buang daunnya dan ambil umbinya. Bersihkan umbinya dari tanah, dan nanti selepas sampai rumah baru dibersihkan kembali dengan air dan dibersihkan akar-akar yang masih terikut. Siap dijual 😀

 

Ular Derik Mematikan

December1

Desa Cibodas kecamatan Rumpin dilingkari oleh kebun karet milik PTPN. Satu hal yang menjadi ancaman bagi warga adalah hadirnya ular tanah atau mereka menyebutnya “Ular Derik”. Ukurannya memang kecil (kepalanya saja), hanya sebesar ibu jari (menurut pengakuan warga), tapi jika menggigit sangat mematikan.

Seminggu kami tinggal di lokasi Go Field, kami diwanti-wanti untuk selalu berhati-hati ketika berjalan, bertanam, dan apapun kegiatan yang berhubungan dengan tanah dan semak-semak. Beberapa warga mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada yang selamat dari gigitan ular tersebut, jika tidak lumpuh (mati rasa), bisa sampai meninggal. Bisa dari ular ini cukup berbahaya.

“Kalau tercium bau “terasi” dan terdengar suara mendesis, cepat lari!”, begitu pesan salah seorang tetangga kami. Keunikan dari ular ini adalah ekornya yang mendesis. Ular ini memang hanya menyerang kalau dia terancam, tapi kan kita nggak tahu saat bersih-bersih semak itu mengancam atau tidak. Search lebih lanjut ular derik via google.

Ini agak mempersulit ruang gerak kami. Biasanya kami tak pernah takut dengan tanah, tanah berlumpur saja kami nggak takut kotor. Tapi setelah itu kami agak ragu-ragu untuk langsung terjun ke lapang, bukan karena kotor, lebih karena keselamatan. Disinilah pentingnya keselamatan kerja, menggunkan boot dan kaos tangan bisa sebagai antisipasi, setidaknya tidak langsung bersinggungan dengan kulit.

Hanya saja ini aneh, berbagai literatur yang saya baca mengatakan kalau ular derik itu endemik Amerika dan nggak ada di Indonesia. Tapi, bagaimana pengakuan warga waktu itu? Entahlah, tapi tentang ular derik ini jelas-jelas membuat khawatir. Baca ini juga: 10 ular paling berbisa di dunia.

Singkong: Nikmat dan Memabukkan

December1

IPB Go Field 2010

Rumpin memang tak hanya dikenal penghasil Jahe Merah saja, tetapi juga mensuplai kebutuhan daun singkong wilayah Bogor. Tak heran setiap warga menanam singkong sebagai pagar pembatas kebun mereka dengan milik tetangga, bahkan beberapa menjadikannya tanaman utama kebun mereka. Tujuannya simple saja, jika mereka tak ada uang maka daun singkong bisa dipetik dan dijadikan lalapan.

Suatu hari kami dilibatkan dalam pemanenan singkong, bukan daunnya tapi umbinya yang diambil, karena singkong hanya bisa dipanen salah satunya saja. Jika ingin dipanen daunnya, maka umbinya tak akan maksimal berkembang. Jika ingin dipanen umbinya, maka daunnya tak boleh dipetik.

Umbi singkong bisa dibuat aneka ragam masakan. Cukup direbus saja dengan bawang putih dan garam, kemudian digoreng, nikmat disantap selagi hangat. Bisa diiris tipis-tipis untuk dijadikan keripik singkong (agar mengirisnya lebih mudah, rendam dulu dengan air umbi singkong yang telah dikuliti kurang lebih 6 jam, sekaligus menurunkan kadan HCN). Bisa juga direbus hingga menjadi seperti bubur, tinggal tambahkan gula merah dan sedikit garam, nikmat juga disantap hangat.

Nah, khusus untuk daunnya harus sedikit diperhatikan cara mengolahnya. Untuk dimasak sayur berkuah, bisa langsung dimasak. Tapi untuk dimasak oseng, harus terlebih dahulu direbus dan ditambahkan garam. Setelah matang, daun bisa diperas baru kemudian dimasak oseng. Jika tidak, rasanya pahit dan bisa membuat “mabok”.

Selanjutnya, jangan banyak-banyak makan singkong dalam sehari. Bisa menimbulkan efek keracunan HCN alias “mabok” dengan gejala kepala pusing-pusing. Jika terjadi demikian, banyaklah minum air putih dan istirahatlah. :)

 

Garut dan Keindahan Alamnya

December1

Papandayan

Garut terkenal dengan makanan khasnya “dodol” dan keindahan alamnya “Gunung Papandayan”. Garut adalah salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang kaya akan hasil pertanian maupun peternakannya. Sebut saja Domba, pasti yang terngiang adalah Domba Garut.

Sepanjang jalan menuju kota, kanan kirinya terbentang menghijaunya sawah. terdapat beberapa “Situ” yaitu pada Situ Bagendit yang terkenal akan cerita rakyatnya. Tak hanya Papandayan yang menawarkan pesona indah, tetapi juga Gunung Cikuray, maupun Gunung Guntur. Itu baru dari Gunung-nya saja, masih ada Pusat Pemandian Air Panas di Darajat, dan Pantai Pameungpeuk.

Lain wisata alam, lain pula pusat belanjanya. Garut terkenal akan kerajinan kulitnya, sepanjang jalan di daerah ini berjajar toko-toko yang menawarkan berbagai mavam kerajinan kulit seperti ikat pinggang, jaket, dompet, sandal, sepatu, dll.

Soal makanan, Garut tak kalah. Selain dodol, ada lagi Cocodot yang kian dikenal luas, dan Moring. Satu lagi, es doger di dekat alun-alun Garut itu Super nikmatnya :)

Kacang Tanah vs Jahe Merah

November30
Rumpin Girls

IPB Go Field 2010

Ilmu tak hanya dibangku kuliah, bahkan sampai akhir hayat pun tak cukup waktu untuk mempelajari dan mengembangkan semua ilmu-ilmu yang ada di dunia ini. Selagi kesempatan itu datang, fastabiqul khoirot!! Mari kita mencari ilmu dan mengamalkannya.

Kacang Tanah vs Jahe Merah, maksudnya disini adalah sistem Tumpang Sari antara keduanya. Ini sedikit ilmu yang kami peroleh sewaktu mengikuti kegiatan IPB Go Field 2010 lalu di desa Cibodas, kecamatan Rumpin, Bogor. Desa ini terkenal dengan produksi tanaman obatnya, terutama dari keluarga Zingiberaceae.

Sejauh mata memandang, hamparan lengkuas, kencur dan jahe merah terbentang luas. Inilah uniknya desa ini, berada di lingkaran perkebunan karet PTPN VIII dan tanahnya yang merah, cocok untuk budidaya Jahe Merah.

Jahe merah cukup lama dipanen, oleh karena itu petani di desa ini memanfaatkan sela-selanya dengan menanami kacang tanah. Sambil menunggu jahe merah berproduksi, tetap ada penghasilan tetap yaitu hasil dari kacang tanah.

 

« Older Entries